Diklat FMEA bagi Champion KPRS, Resiko Terkelola.

FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) adalah salah satu metode analisa mode kegagalan dan efek secara proaktif yang sudah lama di kenal di dunia industri. Dilaksanakannya FMEA di institusi akan mengurangi terjadinya kegagalan yang mungkin terjadi. Ada beberapa jenis FMEA yang dikenal namun yang paling sering digunakan di dunia kesehatan adalah analisa proses. 

Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung, FMEA dilaksanakan sebagai salah satu upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Diupayakan menjadi satu kegiatan memanaje resiko sebelum benar2 terjadi (proaktif). Berdasarkan sifat pelatihannya dan hubungannya dengan bab akreditasi, pelatihan ini merupakan upaya KPRS dan Manajemen Fasilitas  Keselamatan (MFK) serta Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).

Pelaksanaan HFMEA diawali dengan serangkaian pelatihan dalam pertemuan rutin KPRS. Diklat HFMEA diampu oleh dr. Achirudin Timora yang  merupakan ketua tim Akreditasi  sekaligus   pimpinan (wadir yan klinis) di RS  PKU Muhammadiyah Temanggung. Pertemuan rutin KPRS adalah sebuah pertemuan yang selalu terselenggara rutin setiap bulan. Hal ini dapat berlangsung lancar sesuai ketetapan bersama bahwa tim ini akan bertemu secara rutin tiap selasa pekan ke-2. 

Pada beberapa hari sebelum pelaksanaan, sekretaris tim KPRS, Umi Masitoh, AMK biasanya sudah mulai mengingatkan agar anggota tim  hadir dalam pertemuan. Diingatkan pula bahwa masing-masing anggota tim diminta untuk melaporkan insiden keselamatan pasien pada sebuah folder jaringan khusus internal. Unit yang bersangkutan berusaha membuat laporan dan memenuhi tanggung jawab masing-masing.

Bulan Januari, anggota tim dihadirkan di aula RS PKU Muhammadiyah Temanggung untuk belajar bersama mengenai HFMEA. Setelah belajar teori FMEA pada pertemuan pertama dan  pertemuan kedua, maka pada sesi terakhir pertemuan kedua sudah mulai belajar dengan menggunakan kertas kerja. Setiap peserta diklat menggunakan kertas kerja masing-masing  meskipun berada dalam kelompok belajar yang terdiri dari 2-3 orang. Rasa tanggung jawab terhadap tugas sebagai anggota tim KPRS menjadikan peserta antusias dan berusaha memahami tugasnya.


Segenap anggota tim meyakini bahwa semakin berkualitas champion nya semakin terkelola resiko nya.

Allahu a'lam.
m

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diklat FMEA bagi Champion KPRS, Resiko Terkelola."

Posting Komentar